Jumat, 07 September 2012

Sang Perokok-Torins



Sang Perokok

Pagi,siang,sore,malam
kepulan asap surya dari mulutmu tak henti berhenti
paru-parumu sudah lama tak tahan dengan ulahmu
tiap hari kau masukan nikotin kedalamnya


kertas gambar oto iskandar dinata
kau barterkan sebungkus surya

tulangmu merintih melihat lembaran rupiahmu
melayang kewarung-warung 
desah nafasmu kembang kempis
menyerah ia kau slalu memaksanya

keringatmu meronta keluar dari otot gagahmu
sewot ia melumpuhkanmu
otakmu harus mencari damai
pilih tetap bersatu atau tinggalkan hisapan suryamu

fikirkan organisasi rumah tanggamu
itu yang primer

itu karena hisapan suryamu

dengarlah rintihan nafasmu
dengarlah ringkihan detak jantungmu
dengarlah ratapan bawahan pimpinanmu
dengarlah,dengarlah mereka

itu semua karena hisapan suryamu

by;torins
lubuklinggau 08-september-2012

derai derai cemara-chairil anwar


Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS-CHAIRIL ANWAR


YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
1949

TJERITA BUAT DIEN TAMAELA-CHAIRIL ANWAR



TJERITA BUAT DIEN TAMAELA
Beta Pattiradjawane 
jang didjaga datu datu 
Tjuma satu
Beta Pattiradjawane 
kikisan laut 
berdarah laut
beta pattiradjawane 
ketika lahir dibawakan 
datu dajung sampan
beta pattiradjawane pendjaga hutan pala 
beta api dipantai,siapa mendekat 
tiga kali menjebut beta punja nama
dalam sunyi malam ganggang menari 
menurut beta punya tifa 
pohon pala, badan perawan djadi 
hidup sampai pagi tiba
mari menari ! 
mari beria ! 
mari berlupa !
awas ! djangan bikin bea marah 
beta bikin pala mati, gadis kaku 
beta kirim datu-datu !
beta ada dimalam, ada disiang 
irama ganggang dan api membakar pulau …….
beta pattiradjawane 
jang didjaga datu-datu 
tjuma satu

AKU BERKACA-CHAIRIL ANWAR



AKU BERKACA
Ini muka penuh luka
Siapa punya ?
Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?
Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah…….!!
Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal ………….!!
Selamat tinggal …………….!!
Dari: Deru Campur Debu’

SAJAK PUTIH-CHAIRIL ANWAR



SAJAK PUTIH
buat tunanganku Mirat

Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku
hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita Mati datang tidak membelah…
Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…
1944

AKU-CHAIRIL ANWAR



Aku (Chairil Anwar)
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi